Wow, Lokakarya Orientasi CGP Angkatan 11 Kab. Cirebon: Langkah Awal Menuju Pengembangan Kompetensi Guru

Pada tanggal 22 Juni 2024, SMAN 1 Sumber Kabupaten Cirebon menjadi saksi pelaksanaan Lokakarya Orientasi Guru Penggerak Angkatan 11 Kabupaten Cirebon. Acara ini diselenggarakan dengan semangat untuk memulai perjalanan pengembangan kompetensi para Calon Guru Penggerak (CGP) di Kabupaten Cirebon, sebagai bagian dari Program Pendidikan Guru Penggerak yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dan Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Jawa Barat (BBGP Jabar).

Pemahaman Bermakna dalam Proses Pembelajaran

Proses belajar di Pendidikan Guru Penggerak merupakan sebuah perjalanan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga melibatkan ekosistem sekolah secara menyeluruh. Setiap CGP diharapkan mampu memetakan peran mereka dalam sistem pendidikan, bekerja sama dengan kepala sekolah, kolega, dan para peserta didik untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.

Lokakarya ini juga menggarisbawahi bahwa pengembangan kompetensi guru bukanlah tugas individual semata, melainkan melibatkan seluruh pihak dalam ekosistem sekolah untuk mendukung transformasi pembelajaran di Indonesia.

Produk yang Dihasilkan

Selama lokakarya, peserta berhasil mencapai beberapa produk penting sebagai hasil pembelajaran:

  1. Kesepakatan Peran CGP dan Kepala Sekolah: Diskusi mendalam antara para CGP dan kepala sekolah menghasilkan kesepakatan terkait bagaimana peran CGP dapat berkontribusi dalam menciptakan sekolah yang lebih progresif dan inklusif.
  2. Peta Posisi Diri: Setiap CGP memetakan posisi mereka dalam mencapai kompetensi Guru Penggerak, termasuk kelebihan dan area pengembangan yang perlu ditingkatkan.
  3. Rencana Pengembangan Kompetensi CGP: Rencana ini mencakup langkah-langkah konkret yang harus diambil oleh CGP untuk meningkatkan kompetensi mereka, serta tantangan dan dukungan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Tujuan Pembelajaran

Dalam rangka mencapai hasil yang optimal, lokakarya ini dirancang dengan beberapa tujuan pembelajaran utama:

  1. Memahami Program Pendidikan Guru Penggerak: CGP diharapkan memiliki pemahaman yang mendalam tentang alur program, peran tim pendukung, serta kompetensi yang diharapkan dari seorang lulusan.
  2. Mengidentifikasi Posisi Diri pada Kompetensi Guru Penggerak: Setiap peserta diajak untuk melakukan refleksi terkait pencapaian mereka saat ini dan langkah-langkah selanjutnya.
  3. Menyusun Rencana Pengembangan Kompetensi: CGP membuat rencana pengembangan diri yang jelas, termasuk jenis dukungan yang diperlukan dan potensi tantangan yang mungkin dihadapi.
  4. Pentingnya Portofolio: CGP mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya portofolio sebagai alat dokumentasi perkembangan profesional. Mereka juga belajar tentang tahapan pembuatan portofolio serta contoh-contoh konkret yang dapat diimplementasikan.

Mewujudkan Guru Penggerak yang Inspiratif

Lokakarya orientasi ini menjadi langkah awal yang krusial bagi para CGP untuk menjalani perjalanan mereka menuju peran sebagai Guru Penggerak. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang tanggung jawab dan tantangan yang dihadapi, diharapkan para CGP ini mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah masing-masing.

Kesuksesan lokakarya ini juga tidak terlepas dari dukungan penuh yang diberikan oleh tim pendukung, termasuk kepala sekolah, yang berperan penting dalam membantu CGP mencapai kompetensi yang diharapkan.

Dengan demikian, Program Pendidikan Guru Penggerak menjadi sebuah inisiatif yang tidak hanya memberdayakan guru, tetapi juga seluruh ekosistem pendidikan, sehingga terwujud sekolah yang lebih inklusif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan abad ke-21.

Dokumentasi

Guru Penggerak Jawa Barat
Program Guru Penggerak
Guru Penggerak yang Inspiratif
SMAN 1 Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top